Jumat, 30 Desember 2011

Wartawan Mengaku Ayah Korban

Seorang wartawan sedang meliput peristiwa kecelakaan. Karena banyak orang yg mengerumuni lokasi kecelakaan, shg wartawan tsb tdk dpt menerobos untuk melihat korban dari dekat.

Setelah makan MENTOS, wartawan tsb dapat ide. “Minggir-minggir semua, SAYA AYAH KORBAN!”ia berseru. “Saya minta jalan.” Benar saja…..kerumunan itu membiarkan dia lewat. Semua mata terarah kepada wartawan tsb.

Wartawan jadi GR, dalam hati: “Berhasil juga, mentos emang ok!!! Ketika sampai ditengah kerumunan, ia terpana melihat… SEEKOR ANAK MONYET tergeletak tak berdaya!

Kisah Penjual Topi

Seorang penjual topi berjalan melintasi hutan. Karena cuaca panas, ia memutuskan beristirahat sejenak dibawah sebuah pohon besar. Sebelum merebahkan diri, ia meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangan disampingnya. Beberapa jam ia terlelap dan terbangun oleh suara-suara ribut.

Hal pertama yang disadarinya adalah bahwa semua topi dagangannya telah hilang. Kemudian ia mendengar suara monyet-monyet di atas pohon. Ia mendongak keatas dan betapa terkejutnya ia melihat pohon itu penuh dengan monyet. Yang semuanya mengenakan topi-topinya.

Penjual topi itu terduduk dan berpikir keras bagaimana caranya ia bisa mendapatkan kembali topi-topi dagangannya yang sedang dibuat main-main oleh monyet-monyet itu. Ia berpikir dan berpikir, dan mulai menggaruk-garuk kepalanya. Ternyata monyet-monyet itu menirukan tingkah lakunya. Kemudian, ia melepas topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya. Ternyata monyet-monyet itu pun melakukan hal yang sama.

Aha..! Ia pun mendapat ide..! Lalu ia membuang topinya ke tanah, dan monyet-monyet itu juga membuang topi-topi di tangan mereka ke tanah. Segera saja si penjual itu mengumpulkan dan mendapatkan kembali semua topi-topinya. Ia pun melanjutkan perjalanannya.

Lima puluh tahun kemudian, cucu dari si penjual topi itu juga menjadi seorang penjual topi juga dan telah mendengar cerita tentang monyet-monyet itu dari kakeknya. Suatu hari, persis seperti kakeknya, ia melintasi hutan yang sama. Ia beristirahat di bawah pohon yang sama dan meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangan di sampingnya. Ketika terbangun iapun menyadari kalau monyet-monyet dipohon tersebut telah mengambil semua topi-topinya.

Ia pun teringat akan cerita kakeknya. Ia mulai menggaruk-garuk kepala, dan monyet-monyet itu menirukannya. Ia melepas topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya, monyet-monyet itu masih menirukannya. Nah, sekarang ia merasa yakin akan ide kakeknya. Kemudian ia melempar topinya ke tanah. Tapi kali ini ia yang terkejut, karena monyet-monyet itu tidak menirukannya dan tetap memegangi topi-topi itu erat-erat.

Kemudian, seekor monyet turun dari pohon, mengambil topi yang dilemparkan oleh cucu penjual topi itu, lalu menepuk bahunya sambil berkata,

“Emangnya cuman elo aja yang punya kakek…?”

Logic Thinker

Pada suatu hari di suatu bar, masuklah seorang berpakaian perlente dan minum di bar tersebut. Sang bartender melihat manusia keren tersebut tertarik dan bertanya: 

"Apa pekerjaan bung?" Lalu orang itu menjawab; "ooooo saya adalah seorang Logic Thinker".

Si bartender bingung dan bertanya: "apa itu pekerjaan logic thinker?"
Orang itu menjawab: "wah susah menerangkannya, soalnya memang bukan pekerjaan yang lazim, tapi saya akan kasih anda contoh saja, ok?"
Bartender: Ok!
tamu: Begini, pertama-tama saya bertanya dulu, apakah anda punya akuarium?
Bartender: O ya saya punya akuarium buesuaaarrr di rumah.
tamu: Nah kalo anda punya akuarium, logisnya anda punya ikan
Bartender O ya saya punya ikan berbagai jenis
tamu: nah kalo anda punya ikan , anda pasti sayang binatang
bartender: Oya betul sekali saya sangat sayang pada binatang
tamu: Kalo anda sayang binatang, apalagi pada anak anda!! Anda pasti sangat menyayangi anak anda.
bartender: Betul sekali (kegirangan) saya mencintai anak saya lebih dari ikan.
tamu: Nah logisnya, jika punya anak pasti punya istri.
bartender: Anda kok tahu? saya memang punya istri cantik jelita.
tamu: Tentu saja saya tahu karena itu semua hanya logis saja. nah sekarang pertanyaan terakhir, jika anda punya istri dan anak, berarti anda tidak impoten!!! betul?
bartender: 100% betul saya tidak impoten.
tamu: Nah begitulah kira-kira logic thinker itu.
bartender: oooo begitu tho? saya ngerti sekarang (sambil takjub)

Lalu setelah tamu itu pergi, datanglah teman si bartender dan bertanya:
teman: eh, kamu tadi kok asyik sekali omong apa?
bartender: ooo tadi saya membicarakan pekerjaan orang itu sebagai logic thinker
teman: apa itu logic thinker
bartender: Begini lho saya terangkan (lagaknya kumat) pertama-tama saya tanya dahulu: kamu punya akuarium ndak?
teman: ndak punya tuh?
bartender: (berseru dengan keras dan pasti) BERARTI ANDA IMPOTEN!